Gelar Lc merupakan singkatan dari “Licentiate,” sebuah gelar akademik setara S1 yang umum digunakan di beberapa negara Timur Tengah untuk lulusan universitas, terutama di bidang syariah, bahasa Arab, hukum, ekonomi, atau teknik. Gelar ini menjadi populer karena pengaruh kolonial Inggris (dari kata “licence” yang berarti izin atau lisensi alias ijazah) yang melekat pada sistem pendidikan di wilayah tersebut, kemudian diadopsi secara luas oleh alumni zaman dulu yang belajar di sana. Hal ini akhirnya dikenal melalui pengaruh Mesir dan Saudi Arabia yang saling meniru model pendidikan Eropa. Tradisi ini terus diikuti generasi penerus alumni Timur-Tengah di Indonesia karena dianggap prestisius dan “keren,” meskipun sebetulnya tidak eksklusif untuk studi Islam.
Gelar Lc dikenal di berbagai negara Timur Tengah seperti:
- Mesir (awal pengaruh dari Prancis via sistem pendidikan modern).
- Arab Saudi (termasuk Universitas Imam Muhammad bin Saud, yang terkait LIPIA di Indonesia).
- Qatar, Lebanon, Yaman, Sudan, Libya, dan Pakistan.
Konteks LIPIA dan Alumni
Di Indonesia, gelar Lc sering dikaitkan dengan lulusan LIPIA (cabang Universitas Islam Saudi), di mana alumni zaman baheula menggunakan Lc. mengikuti tradisi Saudi-Mesir. Saat ini, alumni lebih bervariasi: B.A. (Bachelor of Arts) populer untuk humaniora tapi dianggap “kurang pede” oleh generasi tua; B.Sh. (Bachelor of Sharia) dan B.B.A. (Bachelor of Business Administration) muncul dari ijazah meski tidak wajib; syariah cenderung random, sementara B.B.A. dan B.A. lebih kompak digunakan. Di Saudi modern, S1 bahkan tidak selalu pakai gelar formal.
LIPIA adalah singkatan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab – sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud (Riyadh, Arab Saudi). Lembaga ini menawarkan pendidikan agama Islam dan Bahasa Arab secara gratis untuk mahasiswa Indonesia. LIPIA ini memiliki beberapa cabang di Indonesia (seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Banda Aceh) dan menawarkan program studi seperti S1 Syariah, Persiapan Bahasa Arab (I’dad Lughawi), dan lainnya, lengkap dengan beasiswa penuh, diktat kuliah gratis, serta tunjangan bulanan bagi yang lolos seleksi.
Cara Mendapatkan Gelar Lc.
Gelar Lc diperoleh dengan menempuh studi sarjana (setara S1) di universitas Timur Tengah seperti Mesir (Al-Azhar, Safwa University), Arab Saudi, Qatar, atau Lebanon, biasanya memakan waktu 4 tahun dengan fokus syariah, bahasa Arab, atau bidang terkait, melalui kuliah tatap muka atau online (seperti program KUSA di Safwa). Syarat umum mencakup kemampuan bahasa Arab lisan-tulisan, hafalan Al-Qur’an, ijazah SMA, dan KTP, dengan proses pendaftaran via platform seperti Zoom, Telegram, atau YouTube, serta biaya per semester sekitar Rp1,7 juta di beberapa program daring.
Alasan Mengapa Banyak Ustadz Bergelar Lc., M.A.
Banyak ustadz Indonesia bergelar Lc. karena gelar ini menandakan lulusan universitas Timur Tengah yang bergengsi, di mana mereka belajar langsung dari ulama mumpuni, sehingga dianggap kredibel untuk dakwah dan pengajaran Islam.
Lc. sering dilanjutkan dengan M.A. (Master of Arts) untuk spesialisasi lebih lanjut di bidang syariah atau humaniora, mencerminkan pencapaian akademik tinggi seperti pada Ustaz Abdul Somad (Lc., M.A. implisit via Ph.D.) atau Adi Hidayat. Tradisi ini populer di kalangan ustadz karena menunjukkan keahlian ilmu agama yang autentik dari sumber asli dalam bahasa Arab, bukan hanya lokal.

